Android One Pertama di Indonesia!

Proyek paling gres Google Android untuk mem-smartphone-kan masyarakat bak udara segar bagi vendor kelas tiga –atau sebut saja- local brand. Yang terjadi, awal tahun ini bendera start pun dikibarkan. Siapa yang paling cepat rilis Android One? Dan, ini dia yang berani curi start! Android One bukan masuk kasta premium yang telah terlanjur sarat brand. Ia fragmen sendiri di kelompok entry level. Oleh Google dibilang, di dunia ini dari empat orang hanya satu yang pakai ponsel pintar. Sisanya perlu dipintarkan oleh ponsel-ponsel Android One ini. 7 Body + Desain Xiaomi RedMi 1S musti waspada. Android One tampil dengan tampang yang nyaris sama. Tapi pemilik bobot 107 gram ini selain lebih ringan juga sexy. Materialnya sih tetap plastik. Namun punggung AndroidOne tak terlalu rigid. Serasa lebih “berkawan” dengan telapak tangan. Punggung menjadi tempat bermukim bagi kamera utama dan LED fl ash serta sebuah speaker single di bagian bawah. Pada layar seluas 4,5 inci diagonal itu tertambat tiga tombol virtual khas Android. Yaitu Back, Home, dan Menu.

Beda dengan RedMi 1S yang meletakkan di luar layar. Dua speaker (earpiece depan dan audio belakang) dilapis oleh grill. Sedikit sentuhan ini memberikan karakter khas tersendiri. Kemudian untuk mempertegas status, logo “AndroidOne” sengaja ditempelkan di punggung. Tampaknya hal begini bakal ditiru oleh vendor pemegang lisensi lainnya. 7,5 Menu + Interface Seri satu ini hanya menambahkan aplikasi Flipkart untuk memperkaya berbagai fitur Android sodoran Google. Tiga buah homescreen disiapkan. Wallpaper-wallpaper unik dan khas (kami paling suka dengan tampilan cewek bergitar ini!) disediakan. Karena itulah, sang vendor tak perlu menambahkan pemutar audio, video, atau galeri sendiri yang malah menggandakan menu saja alias tak efektif. Misalnya saja, Galeri Foto yang berada di satu “ruang”. Di dalamnya ada opsi penyimpanan di perangkat, juga fi le yang tersimpan di cloud storage. Tak heran jika menu dari Google mengisi 90 persen lebih koleksi fi tur seri ini. Pekerjaan dengan file Words, Excel dan PowerPoint diakomodasi oleh aplikasi QuickO ce versi full yang sangat menawan.

Browser natif menggunakan Chrome yang semakin andal dan terintegrasi dengan Play Store. Overall, AndroidOne tak perlu interface khusus. Semua Google (dengan versi KitKat-nya) yang sediakan. Dan, sebagai ponsel pintar bagi pemula, rasanya sang pengguna hanya perlu sedikit kursus singkat. 8 Kinerja Google punya persyaratan khusus untuk produk AndroidOne (baca boks). Seri ini mencoba mengikuti. Layar tak harus dengan material khusus, toh terbukti bisa mengakomodir beberapa fi tur paling kerap digunakan. Bahkan untuk menjadi media tonton YouTube, mata Anda tak akan memincing oleh sebab screen yang kurang terang. Dipacu oleh chipset buatan MediaTek, dengan syarat minimal quadcore, apalagi memakai prosesor ber-clockspeed 1,3 GHz, nyaris mulus saja menjelajah media sosial, main game Bubble Witch 2 (buatan King Game, Inggris), lalu pindah ke email (kompatibel dengan akun apa saja), sembari memutar musik. Ya, kami sepakat bahwa AndroidOne diciptakan untuk multitasking pula. Vellamo bahkan memberi skor di atas Samsung Galaxy S3 di semua lini. Sementara tes browser menunjuk angka nyaris setara Nexus 4 buatan LG.

Jika ekspektasi Anda lebih kepada kuantitas alias ragam fi tur multimedia, maka seri ini tak diragukan. Sebagai penganut OS KitKat, ia sudah memenuhi semua. Termasuk kamera depan yang berani memberi resolusi 2 MP. Ini cocok sekali untuk chat atau konfrensi video. Tentu selfi e pula. Menu yang ditawarkan di fotografi pun segala ada. HDR, panorama, hingga menu editing. Tapi kualitas foto tak terlalu ok. Efek HDR sedikit saja membantu. Dan, untuk low light kurang dapat diandalkan. Bahkan disediakan pula Spice Cloud oleh si vendor sebagai media simpan fi le. Meski Google Drive juga siap siaga. Menu-menu seperti PlayBook bak toko buku digital. Harga buku bervariasi dan telah tersedia versi rupiah. Play Games menjadi “ruang” sendiri untuk koleksi dan download game dari PlayStore. Berita dan gosip diwadahi oleh PlayNews. Di sini, situs berita lokal dan luar saling beri info tergres. Bahkan menawarkan beberapa pilihan segmen berita. Penyuka media sosial, ya tinggal unduh saja Instagram, Path maupun Twitter. Facebook sudah diinstal oleh vendor pemiliknya. Masih ada lagi jejaring Google macam Google Plus dan Hangout. Pemutar musik pun mengandalkan single menu yaitu PlayMusic. Ada equalizer yang bisa diaktifkan, jika mau. Tetapi efek audionya tak signifi kan, kecuali pindahkan ke speaker aktif. Maka, efek sorruound sound sekaligus bisa diaktifkan. AndroidOne dipancang di kisaran di bawah Rp 1,5 juta. Jelas angka ini sangat kompetitif. Salah satu nilai penting adalah ini merupakan proyek lecutan Google. Kendati tidak sementereng Nexus. Tetapi AndroidOne diberi “fasilitas” yang kurang lebih sama. Umpamanya, up grade versi OS Android yang jadi prioritas. Mumpung masih “kinyis”, boleh Anda coba. Belum punya Android? Apalagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *