Argentina Mengalami Krisis Moneter

BEUNOS AIRES. Banyaknya utang menjadi salah satu penyebab krisis. Terlebih kini dollar Amerika Serikat semakin perkasa. Apa yang dialami Argentina menjadi salah satu bukti. Berdasarkan data resmi, Argentina memiliki utang jatuh tempo tahun depan dalam mata uang peso dan mata uang asing US$ 24,9 miliar. Ambrolnya peso Argentina terhadap dollar AS semakin memperburuk ekonomi negara ini. Untuk meredam kekhawatiran Argentina meminta pencairan awal pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) senilai US$ 50 miliar. Pada Juli 2018, inflasi tahunan Argentina 31,2%. Sebagai tanggapan, bank sentral menaikkan suku bunga hingga 45% dan menjual lebih dari US$ 13 miliar cadangan, termasuk US$ 300 juta dalam lelang Rabu (29/8). Lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga pun membebani ekonomi Argentina, tetapi badai keuangan Argentina telah di luar kendali Presiden Mauricio Macri. Kekeringan terburuk dalam beberapa dekade memangkas panen kedelai dan jagung.

Padahal pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Argentina. Ekonomi Argentina kini kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Ekonomi Argentina anjlok 6,7% pada bulan Juni, penurunan bulanan terburuk sejak krisis keuangan global tahun 2009. Selain itu, pemerintah harus memangkas anggaran sesuai dengan apa yang dijanjikan kepada IMF. Kondisi ini memperlambat proyek pekerjaan umum dan memberikan kontribusi pada resesi yang akan membawa kontraksi ekonomi 1% tahun ini. Krisis Turki Kondisi yang hampir sama terjadi Turki. JPMorgan memperkirakan utang luar negeri jatuh tempo Turki tahun ini hingga Juli 2019 mencapai US$ 179 miliar. Utang tersebut US$146 miliar, dari sektor swasta, terutama perbankan. JPMorgan memperkirakan utang jatuh tempo meningkatkan keparahan krisis ekonomi. Apalagi, utang US$ 32 miliar akan jatuh tempo pada 2018. “Utang jatuh tempo meningkatkan kebutuhan pembiayaan dalam 12 bulan ke depan, itu semua akan membuat akses ke pasar menjadi bermasalah,” kata JPMorgan dalam rilis seperti dikutip Reuters. Di saat bersamaan, Turki mengalami masalah ekonomi. Lira, mata uang Turki melemah sehingga kesulitan membayar utang. Ekonomi Turki yang sedang bermasalah memangkas lira 40% tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *