“Berteman” Dengan Tangga

Begitu melihat ada tangga, si kecil pasti minta naik atau turun tangga. Bahaya enggak, sih? “Naik…,” pinta Athara dengan nada cadel sambil menarik- narik baju bundanya. “Oh, mau ikut Om Aryo, ya?” tanya bundanya sambil menggandeng Athara mendaki anak tangga satu demi satu. Baru juga kakinya menginjak anak tangga teratas, Athara segera balik badan dan menunjuk-nunjuk ke bawah.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

“Turun lagi? Enggak jadi lihat Om Aryo?” tanya bundanya pasrah. Naik dan turun tangga rasanya seperti tanpa tujuan apa pun. Benarbenar hanya ingin naik dan turun tangga saja. Padahal Mama atau Papa yang menuntunnya mungkin sudah mengalami sakit pinggang karena perlu membungkuk untuk menyesuaikan dengan tinggi badan si kecil. Waduh! BAGIAN EKSPLORASI LINGKUNGAN Seperti juga merangkak, merambat, dan berdiri, menurut psikolog Alfa Restu Mardhika, naik tangga adalah salah satu tahapan perkembangan batita. “Setelah anak mampu berdiri biasanya sekitar usia 13 bulan, batita mulai suka memanjat sesuatu (climbing). Pada fase ini biasanya diwujudkan pada salah satu aktivitas yaitu naik-turun tangga,” ujarnya.

Pada dasarnya, keinginan batita untuk naik dan turun tangga terkait dengan eksplorasinya terhadap lingkungan sekitar. Dengan naik dan turun tangga, daya jelajah batita akan semakin jauh, tak terbatas pada apa yang saat ini telah diketahuinya. Keinginan untuk mengeksplorasi ini juga terkait dengan kemampuan motoriknya yang semakin berkembang. Kalau dulu menjangkau meja pendek saja sudah merupakan upaya keras bagi si batita, kini ia telah semakin mampu mengelola dan mengoordinasikan alat geraknya. Para ahli juga meyakini, kegiatan naik dan turun tangga ini bermanfaat melatih kemampuan motorik kasar, terutama gerakan otot besar di bagian kaki.

Selain itu, menurut Alfa, “Kegiatan ini juga melatih kemampuan konsentrasi saat si anak berusaha tidak terjatuh saat naik atau turun tangga.” Misal, ketika si batita berusaha menggapai anak tangga berikutnya, ia akan memerlukan koordinasi antara indra penglihatan dengan koordinasi tangan dan kaki. Ini akan membuat koordinasi pancaindranya semakin matang. Perihal naik turun tangga, bagi batita yang belum mampu mengelola gerakannya dengan baik, risiko jatuh dan terluka sangat besar.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *