Honda Freed

l Tahun: 2012 – 2013 l Mesin: 1.500 cc 4-silinder, 118 dk l Harga: Rp 190 – 200 juta Handling, pintu geser otomatis, suspensi Posisi mengemudi kurang ergonomis, konsumsi BBM MPV untuk tujuh penumpang dari pabrikan Honda ini juga menjadi incaran banyak keluarga di Indonesia. Ialah Honda Freed, mobil pengusung dengan desain futuristik disertai dengan bodi lega ini merupakan pilihan keluarga yang ingin miliki mobil kaya fitur khas dari Honda.

Honda Freed dibangun memakai jantung pacu sebesar 1.497cc, mesin ini cukup memiliki tenaga untuk melibas jalanan di perkotaan. Honda Freed bekas saat ini beredar di pasaran. Beberapa konsumen mengeluhkan dari konsumsi BBM yang cukup boros dikarenakan masih menggunakan transmisi otomatis 5 percepatan atau belum memakai CVT seperti di Mobilio.

Tren Warna Dari Sisi Industri

Selain performa mesin, fitur dan desain, pemilihan warna juga sangat mempengaruhi penjualan mobil yang diproduksi. “Memang beberapa tahun ini mobil dengan warna cerah mulai banyak diminati konsumen, tidak hanya di kota-kota besar, di kota kecil pun warna cerah permintaanya positif. Komposisi warna 2015 ini kalau diurutkan dari terbanyak terjual adalah putih, hitam, silver, grey, dan warna-warna spesifik lainnya,” ungkap Kemas Henry Kurniawan, Kepala Departemen Komunikasi dan Pemasaran Digital Auto2000. Pendapat senada juga diungkapkan Salman Farouk, sebagai distributor merek Porsche di Indonesia.

“Porsche selalu menghadirkan warna cerah seperti oranye, putih, dan kuning untuk mobil model sport dua pintu. Sementara untuk model SUV seperti Macan, warna hitam dan warna gelap lain lebih dominan.” Dari penjelasan itu, bisa dilihat kalau warna cerah pada mobil memang mendominasi penjualan saat ini. Tapi bukan berarti warna hitam dan gelap lain dihilangkan, karena warna tersebut masih ada penggemarnya dan tetap diproduksi.

Pilihan Warna Secara Psikologis

Elegan saat ini tidak lagi berkonotasi dengan keanggunan, karena ternyata kaum pria pun banyak yang memilih warna cerah untuk mobilnya. Ingin tampil beda, lain daripada yang lain, serta ingin menjadi pusat perhatian. Ada yang mengatakan bahwa warna itu soal selera. Kecenderungan seseorang menyukai warna dipengarui oleh kepribadian. Namun tidak sedikit orang memilih suatu warna tertentu karena warna tersebut memang sedang tren. “Di era digital ini cara berpikir orang sekarang sudah di luar pakemnya. Bahwa mobil yang mewah itu dulu identik warna hitam yang berkesan elegan.

Nah, saat ini sudah beda, warna yang mencolok justru banyak diminati. Seperti warna putih contohnya,” ungkap Sulis Mariyanti, Dra., M.Si, Psi., Dekan fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Jakarta. Sulis menambahkan, “Warna-warna cerah itu lebih dominan dipilih oleh orang-orang yang cenderung lebih ekspresif, spontan, dan kendali emosi yang lebih implusif, yaitu bisa seekspresif apapun tanpa mempertimbangkan pendapat orang lain. Lebih ke sikap cuek terhadap lingkungan sekitar. Beda dengan selera orang dulu, seperti warna hitam yang pakemnya sebagai mobil elegan, mewah tapi tidak menonjol.”

Trend Warna Cerah Kian Berwarna

Beberapa tahun silam, warna hitam dan silver untuk mobil sangat diminati konsumen. Lain halnya dengan saat ini, warna cerah tampaknya mulai menggeser ketenaran kedua warna tadi yang selama ini mendominasi penjualan mobil baru. Awalnya hanya segelintir APM (agen pemegang merek) yang menghadirkan warnawarna yang cerah sambil mengkombinasikan dengan model mobil yang akan dipasarkan. Semisal Honda yang menghadirkan warna kuning untuk Jazz.

Tapi belakangan ini, makin banyak APM yang turut mengambil langkah serupa. Tujuannya jelas, meski warna hitam dan silver tetap digunakan, tapi dengan warna cerah ini dapat membuat konsumen tidak bosan dengan warna yang itu-itu saja. Bila kita amati di jalan, mobil dengan warna putih sudah bertebaran. Tapi kini tak hanya jenis mobil tertentu saja yang menggunakan warna putih. Melainkan sudah mencakup semua segmen. Mulai dari sedan, sports car, city car, MOV hingga SUV premium. Padahal sebelumnya jarang orang yang memilih warna putih dengan alasan mudah tampak kotor.