Fee untuk Pengkhianat?

Setelah dikabarkan bakal hanya mendapat pesangon 18,8 juta euro, ternyata akhirnya mantan CEO Nokia, Stephen Elop, menerima 24,2 juta euro atau sekitar 300 miliar rupiah, atau 30% lebih banyak dari isu awal. Plok, plok, plok! Memang sih sebagian besar dari jumlah itu diberikan dalam bentuk saham, namun ya tetap saja jumlahnya besar dan akan bertambah besar lagi. Saham Microsoft gitu loh. Kabar pesangon ini memicu cibiran karena bisnis Nokia dalam kepemimpinan Elop ini justru menurun.

Tak kurang Menteri Ekonomi Kanada (negara asal Elop), Jan Vapaavuori, ikut tak habis pikir dengan pesangon tersebut. Elop merupakan warga selain Finlandia pertama yang menahkodai Nokia sejak September 2010. Selama tiga bulan berikutnya, bisnis Nokia berdarah darah akibat rivalitas dengan Apple dan Samsung, dan terutama karena gengsinya yang tinggi untuk tak mengadopsi Android sebagai platform sistem operasinya. Tahun 2012 posisi kepeminpinan pasar sebagai pembuat ponsel disalip oleh Samsung.

Penjualan turun, harga sahamnya ikut anjlok lebih separohnya antara September 2010 sampai tahun 2013. Tahun 2013 akhirnya Nokia menjual bisnis handset-nya ke Micrososft dengan harga 5,44 miliar dolar, yang paripurna minggu lalu (akhir Mei). Dalam kontrak inilah terdapat klausul pesangon Elop tersebut. Lebih asoy lagi, ternyata Microsoft menyanggupi bahwa 70% dari pesangon tersebut dikeluarkan dari kantong Microsoft.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *