Keajaiban Bermain Origami Bag2

Merujuk pada hal itu, origami membuktikan diri sebagai aktivitas perkembangan yang tepat 24 untuk diperkenalkan kepada anak. Beberapa origami membutuhkan sedikit lipatan sederhana, sementara bentuk lainnya membutuhkan instruksi lebih detail dan lipatan yang lebih banyak pula.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Origami menawarkan banyak tantangan untuk semua kalangan usia. Saat mempraktikkan origami, kemampuan anak meningkat dengan sendirinya. Begitu ia berhasil menyelesaikan bentuk origami sederhana, anak berlatih terus menguasai keterampilan tersebut dan terdorong untuk mengembangkan keterampilan baru. Dari sudut pandang guru, origami menjadi aktivitas yang tepat untuk mendorong perkembangan anak. Ainissa Ramirez, dalam “5 Reasons Why Origami Improves Toddler’s Skills” di Edutopia, menuturkan ada beberapa materi pelajaran yang bisa diajarkan pada anak melalui origami.

Berikut contohnya. Geometri. Origami bisa memperkuat pemahaman anak tentang konsep, formula, dan label geometri. Lewat origami, anak bisa mengenal istilah panjang, lebar, dan tinggi. Dari sini, anak akan belajar istilah tersebut dan bisa mendeskripsikan bentuk tertentu. Keterampilan berpikir. Origami mendorong tidak hanya keterampilan visual spasial anak, tetapi juga bagaimana mengoordinasikan gerak mata dan tangan, berikut bagaimana mendengarkan arahan sambil melakukan instruksi tersebut.

Pembagian. Melipat kertas menjadi 2 bagian, 4 bagian, dan seterusnya, membantu anak memperagakan bagaimana proses pembagian itu terjadi. Peragaan melipat kertas menjadi dua, lalu dilipat lagi menjadi dua, dan seterusnya, bisa menjadi cara memeragakan konsep tidak terbatas. Keterampilan memecahkan masalah. Origami mengajari anak bahwa ada banyak cara menyelesaikan sebuah permasalahan, dan cara atau pendekatannya tidak selalu sama. Selain itu, membuat origami juga memberi anak berkesempatan untuk bersahabat dengan kegagalan.

Kadang lipatan tak selalu tepat, atau melewati instruksi, tetapi kita selalu bisa mencoba lagi. MULAI YANG SEDERHANA Maria Herlina Limyati, M. Si, Psikolog menuturkan, origami memang bermanfaat untuk melatih motorik halus, konsentrasi, mendengarkan instruksi, dan bisa mendekatkan anak dengan orangtuanya. “Membuat origami pun tidak perlu yang susahsusah, dimulai dari yang paling sederhana saja,” kata Maria. Aktivitas lipat melipat kertas ini mau tak mau dilakukan bersama, sehingga kita bisa berkomunikasi langsung dengan anak.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *