Media Sosial Ikut Sodorkan Calon Menteri Bagian 2

Panggung politik kini makin menarik, ketika Jokowi-JK harus menentukan kabinet dan mengisinya. Bukan cuma soal jumlah kementerian yang mencontoh zaman SBY, tetapi siapa yang akan menjadi menteri. Jokowi-JK yang semula tegas mencanangkan koalisi tanpa bagi-bagi kursi bagi partai pendukung mulai melembek. Enam belas menteri dari 34 kementerian jadi jatah partai politik pendukung Jokowi-JK sebagai balas budi, sisanya profesional murni.

Di sini, media sosial pun ikut mengusulkan pengisi jabatan menteri. Semua pihak lalu menghitung, berapa jatah PDIP, berapa PKB, berapa Nasdem, Hanura dan bahkan PKPI yang nihil kursi DPR. Puan Maharani akan menjadi salah satu tokoh PDI di kabinet, walau profesionalitasnya diragukan banyak orang. Salah satu kalimat do’a manusia, dianugerahi kemuliaan di dunia dan kemuliaan di akhirat, dan PPP merapat untuk meraih kemuliaan di dunia lewat kursi Menteri Agama.

Bagi Emron Pangkapi, mantan wartawan Media Indonesia yang kampanye pilpres untuk PrabowoHatta, tidaklah gratis membawa partainya merapat ke Jokowi. PAN konon sudah menyodorkan calonnya, juga Nusron Wahid yang “teraniaya”, karena Golkar lewat JK pun berhak jatah. JokowiJK akan makin pusing bila partai penyeberang bertambah, meski hal itu akan membuat daya tawar mereka di parlemen makin kuat.

Selain Ketua Umum PDIP, ketua-ketua Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI sedang bimbang, menerima jabatan menteri atau tetap jadi petinggi parpol dan merelakan orang lain mewakilinya. Muhaimin paling tahu nikmatnya kemuliaan jadi menteri tetapi tetap menjadi ketua partai. Dan, tawaran meraih kemuliaan dunia tidak akan datang dua kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *