Mencicipi Nikmatnya Mi Rebus Campur Sate

Makanan catering kantoran memang banyak dipilih terlebih catering kantoran diberikan oleh perusahaan sebagai penganti uang makan.

Ada banyak sekali jasa catering makanan yang meyediakan berbagai macam menu untuk makan siang maupun pesta pernikahan.

Nah berbicara mengenai makanan pastinya tidak ada habis-habisnya bukan? Dan kalian dapat melihatnya di website Soulofren.com.

Kali ini kita akan membahas mengenai makanan yang jadi ciri khas di Siantar adalah mi rebus yang bertoping sate. Sajian ini bisa kita nikmati jika berkunjung ke kedai Oranyono.

Letaknya tepat di belakang Bank Indonesia, kota Siantar. Pendirinya adalah perantau asal Wonosobo, Haji Jaya. Kedai yang sudah berusia 3 generasi ini berhasil menjadi tujuan banyak pelancong yang singgah di Siantar.

Cerita Mi Rebus Sari Udang Dari Sang Pemilik

Irwandi, pemiliknya selalu menjaga citarasa asli mi rebus yang disajikan sejak diturunkan padanya. Sajiannya berupa mi kuning dengan kuah kaldu udang dan ebi yang diberi irisan tahu, setengah butir telur, plus irisan kentang rebus.

Biasanya pembeli menyebutnya mi rebus sari udang karena gurihnya kuah udang di dalam sajian mi rebus ini. Ia juga menambahkan sedikit gula ke dalam kaldunya rasa gurih alami, ketimbang menggunakan MSG.

Kuahnya agak kental dan disajikan panas-panas bersama 5 tusuk atas mi. “Sate ini bisa juga disajikan terpisah,” ujar Irwandi. Sajian ini, menurut suami Nurhayati ini,diadaptasi dari hidangan mi ongklok khas Wonosobo, kota asal sang Ayah.

Namun di Siantar, ia menyajikannya bersama sate kacang. Istilah sate kacang memang kerap dipakai orang Siantar untuk menyebut sate dengan bumbu kacang. Pilihan satenya ada ayam, kambing, atau sapi. Per porsi mi rebus sari udang plus sate dijual seharga Rp 19 ribu.

Menu utama lainnya di kedai ini gado-gado dan aneka es krim. Juga es buah khas Oranyono yang selalu disantap pelanggan sebelum beranjak pulang.

Sepanjang jam buka, pukul 10 pagi-pukul 10 malam kedai ini penuh dikunjungi pembeli, sampai sampai mereka harus menyediakan sedikitnya 25 kilogram mi. Nah inilah  tempat Anda yang gemar makan mi olahan tradisional.

Mencicipi Roti Ketawa

Mengapa disebut roti ketawa? Karena roti ini ketika digoreng berkembang seperti orang tertawa. Di pematang Siantar, penjual roti ketawa mudah sekali ditemukan. Salah satunya di kawasan Medan Simpang Rambung. Di gerai milik Heny Boru Sembiring (38) ini penikmat roti ketawa datang dari mana-mana.

“Bahkan sudah banyak yang menjinjingnya sampai ke Malaysia hingga Amerika,” aku Heny bangga. Roti ketawa sebenarnya adalah sebutan orang Siantar untuk menamai onde-onde ketawa di Jakarta atau gelek di Jawa Tengah. Onde-onde ini berlumur biji wijen di seluruh permukaannya. Uniknya Heny membuat banyak rasa dan warna untuk menampilkan perbedaan sajiannya dengan gerai sejenis. Misalnya, roti ketawa

pandan memiliki warna hijau. Ada pula roti ketawa rasa cokelat yang berwarna sama dengan rasanya. Di samping kedua varian tadi, ada roti ketawa original. Jika sedang musim, buah durian, ikut meramaikan pilihan roti ketawa di gerai yang sudah berdiri 4 tahun ini.

Roti ketawa dibuat dari bahan terigu, margarine, telur dan pengembang, cara olahnya digoreng dalam minyak banyak sehingga bermekaran.

Rasanya yang gurih membuat roti ini lebih nimat disantap hangat-hangat, roti tawa ini disajikan dengan 3 ukuran yaitu sebesar kelereng, bola pingpong paling besar setingkat diatasnya.

Harga roti tawa ini ukurna besar Rp 1.000 perbuahnya sedangkan ukuran kereng dijual perkilogram mulai dari Rp 40.000. Mulai jam 11 siang gerai ini biasanya melayani pembeli hingga pukul 19.00 malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *