Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung

Dalam lima tahun belakangan, perhelatan jazz semarak digelar di sejumlah daerah di indonesia. Lokasi konser sebagian besar di alam terbuka, seperti di pelataran candi dan museum, di kampung, serta lereng gunung. Macam-macam konsep yang mereka usung dalam menyuguhkan musik jazz. Namun satu yang menyamakan geliat festival-festival itu: merayakan jazz sebagai sebuah kegembiraan.

Dari atas pentas di pelataran amfteater terbuka Jiwa Jawa Resort di kaki Gunung Ijen, suara angklung paglak mengalun lirih. Tempo alunan instrumen musik tradisional itu kemudian kian cepat dan mengentak, disusul lantunan rebana dan kendang Banyuwangi. Denting piano dan petikan bas masuk menimpali. Paduan musik tradisional yang dimainkan kelompok Pathok Laraswangi, Banyuwangi, dengan grup musik etnik bernuansa jazz dari Yogyakarta, Kua Etnika, itu membawakan tembang kuno suku Osing bertajuk Nggiring Angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *