Pasta Tulang Ikan ala Cafe Instagramable di Jakarta

Pasta Tulang Ikan ala Cafe Instagramable di Jakarta

Setelah sukses mengembangkan usaha aneka snack dan abon berbahan ikan, terutama ikan lele berukuran besar atau jumbo (lele grandong) yang memiliki bobot lebih dari 1 kg, Agung dan Rahayu mulai melirik limbah tulang ikan lele yang banyak terbuang percuma. Tulang-tulang ikan ini mereka manfaatkan sebagai bahan utama untuk membuat aneka snack atau camilan renyah khas Purworejo. Sebut saja keripik stik, rengginang, untir-untir ubi ungu, hingga yang paling baru diproduksi adalah pangsit dan kue sagon.

“Kami tidak akan membuat sisa-sisa tulang ikan agar sama sekali tidak ada limbah yang terbuang. Kami melakukan berbagai riset, banyak bertanya, dan browsing di internet. Untuk bisa dibuat jadi bahan snack, tulang-tulang ikan lele harus diubah dulu jadi pasta,” ujar Agung yang memulai usaha sejak 2013. Berdasarkan hasil riset yang Agung lakukan, mengubah tulang ikan menjadi bentuk pasta dirasa lebih praktis ketimbang mengubahnya ke dalam bentuk tepung karena tulang ikan harus dikeringkan.

Ubah Limbah Tulang Ikan Jadi Pasta

Untuk membuat pasta tulang ikan, Agung terlebih dulu harus menyisihkan tulang-tulang dari ikan lele yang telah dipresto sebagai bahan utama abon. Tulang-tulang ikan lalu digiling menggunakan alat penggiling daging sampai betul-betul hancur. Agar halus, tulang ikan diblender hingga menjadi bubur. Tulang ikan lele yang sudah jadi pasta ini, menurut Agung, tidak meninggalkan bau amis. Lantaran pada saat masih berada di dalam tubuh ikan lele, dipresto menggunakan berbagai bumbu rempah.

Di antaranya jeruk nipis, lengkuas, serai, dan jahe. Pasta tulang ikan inilah yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar aneka camilan yang diberi merek Jenkid Cans. Selanjutnya, proses pembuatan aneka camilan dari tulang ikan tak jauh berbeda dengan camilan renyah pada umumnya. “Bahan-bahan seperti terigu, ubi ungu, dan telur tetap digunakan untuk adonan dasarnya. Hanya bedanya kami tambahkan pasta tulang ikan sebanyak 20 persen dari keseluruhan adonan,” ujar Agung. Untuk membuat stik tulang ikan, dibutuhkan pasta tulang ikan, tepung, garam, bawang putih, dan telur.

Untuk rengginang, digunakan beras dengan tambahan pasta tulang ikan dan bumbu lain. Sementara untuk membuat untir-untir, dibutuhkan pasta tulang ikan, tepung, ubi ungu, dan tambahan gula halus agar rasanya manis. Agung mengaku membutuhkan waktu hingga 1 tahun lamanya sampai betul-betul ditemukan formula resep yang pas dalam membuat adonan aneka snack renyah dari tulang ikan lele. “Setelah mendapatkan resep dengan hasil cita rasa yang sesuai keinginan, baru kami luncurkan ke pasaran” jelas Agung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *