Gaduh Kuningan Karena Aguan Bag5

Menurut sumber ini, tim dalam gelar perkara itu memaparkan hasil pemeriksaan saksi dan bukti elektronik yang mengarah ke dugaan keterlibatan Aguan dan anaknya dalam kasus reklamasi. Tim selanjutnya membagi peran keduanya dalam dua kasus. Kasus pertama berkaitan dengan suap yang menjerat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja. Peran Aguan dan Richard ini juga tertuang dalam dakwaan Ariesman dan anak buahnya, Trinanda Prihantoro. Kamis pekan lalu, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukum Ariesman dan Trinanda masing-masing tiga tahun dan dua tahun enam bulan penjara. Peran Aguan dan Richard dalam kasus pertama ini,

 

Software Paling Efektif adalah FIN888 Bag3

Software Paling Efektif adalah FIN888 – Ketika salah satu entry ditekan, Android akan menampilkan opsi yang berkaitan dengan penghematan. Atur Brightness pada tingkat yang rendah untuk penampilan, pilih Normal Background View dan atur »Idle state« ke 30 detik. Service Google Play mengkonsumsi banyak energi, karena tetap menggunakan GPS dan WLAN untuk melacak lokasi Anda. Fungsi ini (Gambar 1b) dapat dinon-aktifkan lebih sering.

Sebaiknya, Anda juga meng-uninstall semua Apps yang tidak terlalu dibutuhkan yang muncul pada daftar Battery Loads. 2 iOS 8: Penghematan energi yang baru, OS Apple terbaru memperkenalkan fungsi penghematan energi. Pada »Settings | General |Usage | Battery Usage«. Anda dapat menemukan daftar apps yang membutuhkan daya paling besar. Ketika itu menjadi Apps yang boros, Anda dapat menggunakan menu dengan nama yang identik pada »Setting | Data Protection«. Anda juga dapat mematikan Service Tracking pada basis Apps-by-Apps , atau menonaktifkannya. Apabila iOS 8 dijalankan pada iPad yang hanya digunakan di rumah, Service Tracking sangat tidak dibutuhkan.

Layar pun seharusnya diatur ke tingkat brightness yang paling rendah, dan langkah ini seharusnya dapat dioperasikan dalam waktu Standby yang sesingkat mungkin. 3 Windows Phone 8.1: Mode ekonomis Windows Phone memberikan feature mode Power-Saving yang terpisah, yang akan menonaktifkan semua aktifitas yang tidak dibutuhkan. Bagaimanapun juga, ketika mode ini dihubungkan, Mail dan Live Tiles terbesar tidak akan ter-update secara otomatis. Mode ini dapat ditemukan di kolom Application pada menu »Settings«.

Sistem yang dapat diatur seperti mode ini terhubung secara otomatis ketika baterai hampir habis. Hal Itu juga dapat diatur seperti mode Power- Saving. Mode diaktifkan secara permanen atau sampai pada Charging berikutnya (Gambar 3a). Untuk membuang Apps secara indivdu yang ada pada mode PowerSaving, masuklah ke menu pada mode Power-Saving, tekan »Setting« sub-menu lalu tekan apps yang ada pada daftar yang muncul (Gambar 3b). Turunkan brightness pada tampilan dan pastikan bahwa nilai pada Display Timeout diset pada tingkat yang hemat. Selain itu nonaktifkan service yang tidak dibutuhkan seperti Bluetooth, NfC, dan GPS.

Sumber : https://net89.net/

Arcandra Dan Standar Moral Bag3

Ternyata syarat pengambilan paten di sana tidak demikian. Artinya, Arcandra punya kekuatan untuk berdusta. Inilah yang mengkhawatirkan. Dalam kasus Arcandra, kita tidak hanya berhadapan dengan masalah prosedur dan teknis, tapi dengan sesuatu yang lebih mendasar, yakni standar moral yang dipertaruhkan. Jika standar moral—dusta adalah salah satunya—sudah direlatifan, kita bisa kehilangan pegangan tentang apa yang benar dan tidak benar.

Ukuran yang baik dan yang jahat menjadi absurd, dan korbannya adalah seluruh karakter ketatanegaraan. Jika benar proses ”naturalisasi” Arcandra akan menempuh jalan pintas supaya ia bisa segera dilantik sebagai menteri, cerita ini pun menusuk hati. Dalam proses yang wajar, seseorang membutuhkan lima tahun tinggal di Indonesia sebelum mendapatkan naturalisasi. Arcandra mendapat keistimewaan, dan kita ingin tahu: apa yang istimewa dari orang ini?

Mama Ada Petir

Hujan yang turun, kadang-kadang disertai oleh kilat dan petir yang menyambar dengan keras. Bunyinya sangat menggelegar sehingga anak-anak sering kali ketakutan. Bagaimana mengatasinya agar si kecil tidak trauma terhadap bunyi petir?

Baca juga : Kerja di Jerman

DUAAAR! Gemuruh suara petir membuat Cakra, 5 tahun, terkejut. Ia langsung menangis dan berlari ke pelukan ibunya. “Ma, Cakra takut petir.” “Cup cup cup. Iya, Mama tahu. Sini Mama peluk,” kata Mama sambil memeluk Cakra. Sore itu memang sedang hujan deras, beberapa kali tampak kilat dari balik jendela, berlanjut dengan suara petir yang menggelegar. Cakra masih nyaman dalam pelukan ibunya, sampai suara hujan terdengar reda, tidak sederas tadi.

“Hujannya sudah selesai, Ma?” tanya Cakra. “Sepertinya sudah. Cakra main lagi?” Kali ini 24 Cakra mengangguk. Ia mengusap air matanya dan kembali bermain seperti biasa. Giliran Mama yang khawatir dengan ketakutan Cakra terhadap petir. Memang sih itu sesuatu yang normal, tidak usah anak-anak, orang dewasa saja kadang takut petir. Namun, Mama tidak ingin Cakra terus menerus takut pada petir. Pertanyaannya, apakah seiring ia tumbuh besar, rasa takut terhadap petir itu akan berkurang?

DAMPAK PERKEMBANGAN KOGNITIF Psikolog Agnes Dewanti Purnomowardani menuturkan, takut petir sebenarnya bagian normal dari perkembangan emosional dan perilaku anak prasekolah. Di usia batita, anak-anak belum memikirkan sebab akibat dari suatu peristiwa. Akan tetapi, di usia prasekolah, sejalan dengan perkembangan kognitifnya, anak mulai dapat membayangkan apa yang mungkin terjadi, apakah hal itu baik atau buruk, apakah sesuatu menakutkan dirinya atau tidak, dan sebagainya. Apalagi suara petir yang keras dan tiba-tiba. “Bagi banyak orang, suara keras bukanlah sesuatu yang menyenangkan, apalagi untuk anak,” jelas perempuan yang akrab dipanggi Nessi ini.

Ketidaktahuan akan waktu kemunculan petir, juga menambah ketakutan anak. Apalagi jika anak tengah asyik bermain, suara menggelegar bisa membuat ia terkejut. Sebab lain, terkait sikap orangtua atau orang yang dekat dengan anak dalam menyikapi munculnya petir. Mama, umpama, setiap hujan deras selalu buru-buru menutup tirai dengan raut wajah cemas. Ketika ada petir, Mama sangat terkejut dan menjerit sambil menutup telinga. Melihat respons seperti itu, anak akan ikut merasa cemas, tidak nyaman, dan takut pada petir. Memang, rasa terkejut itu biasanya terkait dengan ketidaksiapan. Sama seperti petir, saat kita tidak mengantisipasi, kita akan mudah terkejut begitu mendengar gemuruh suaranya. Namun, ketakutan berlebihan justru menyulitkan kita untuk mengajari si kecil bagaimana mengatasi rasa takut pada petir tersebut.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Bersatu Mengejar Mimpi Bag3

Tapi hal ini rupanya tak membuat kenyataan seindah kata-kata saat pendaftaran anggota resmi tiba. Pada hari pertama, hanya 9.000 kertas formulir keanggotaan yang diserap. ”Hari ini, hari pertama pendaftaran keanggotaan partai dibuka. Kami banyak menerima pendaftaran, bahkan ada yang datang dari jauh, naik bus, taksi, sama-sama berjuang. Hampir 9.000 telah dibagikan,” tulis Partai Pribumi Bersatu Malaysia bernada positif di laman Facebook resminya.

Menurut Malay Mail Online, angka 9.000 bukan apa-apa dibanding jutaan penyokong UMNO dan koalisi berkuasa, Barisan Nasional. Hal ini menimbulkan keraguan, apa benar mereka dapat mengalahkan partai nasionalis Malaysia yang telah berkuasa sekian lama. Apalagi pemilihan umum bakal digelar dalam waktu kurang dari dua tahun lagi.

Uji Keampuhan INTEL X99 ala NET89 Bag2

Uji Keampuhan INTEL X99 ala NET89 – DDR4 juga memungkinkan densitas yang lebih tinggi: 1 modul DDR4 dapat menampung hingga 16 GB, berbeda dengan DDR3 yang hanya terbatas pada 8 GB. Dengan 8 slot yang tersedia di kebanyakan motherboard dengan chipset X99, pengguna dapat menginstal RAM hingga 128 GB di PC-nya. Kelebihan lainnya adalah clock speed maksimal yang dapat dicapai. Menurut Corsair, jika sangat jarang modul DDR3 yang mampu menembus frekuensi 3.200 MHz, maka DDR4 dirancang untuk melebihi frekuensi tersebut.

Jika ditarik kesimpulan, kehadiran X99 dapat diibaratkan sebagai upaya Intel untuk memodernisasi X79, mengingat X79 sudah cukup berumur. Satu hal yang disayangkan adalah tidak ada peningkatan dalam jumlah lane yang didukung untuk PCIe. Untuk urusan ini, keduanya memiliki jumlah yang sama, yaitu 40. Ini menyebabkan pengguna enthusiast tidak dapat menikmati pengaturan triple SLI atau Crossfire di kecepatan penuh (x16); alihalih harus puas dengan pengaturan dual x16 ditambah satu x8.

Menguji motherboard dengan chipset X99 Update yang diberikan Intel memberi stimulus besar bagi produsen motherboard. Ini terlihat pada banyaknya motherboard baru yang diperkuat oleh chipset X99. Pada akhirnya, pengguna memiliki pilihan yang lebih banyak apabila ingin membangun sistem dengan prosesor Haswell E. Mencoba mewakili keadaan pasar, memilih 8 motherboard dengan chipset X99 dari 4 produsen yang menjadi peserta tes yang dilakukan.

Rinciannya, ASRock diwakili oleh X99 Extreme4 dan X99X Killer; Asus diwakili oleh X99-A dan X99- Deluxe; Gigabyte diwakili oleh GA-X99-SOC Force dan GA-X99- Gaming GI WIFI; dan MSI diwakili oleh X99S GAMING 7 dan X99S XPOWER AC. Secara singkat, keseluruhannya mengusung beberapa feature yang sama, di antaranya 8 slot untuk modul DDR4, dukungan terhadap M.2 (walaupun ukuran yang didukung berbeda-beda), dan minus interface grafis (karena tidak ada IGP pada Haswell E).

Pembedanya sendiri bergantung pada harga dan segmen yang dituju oleh masing-masing produk: kelas entry level dengan harga dan kelengkapan terendah, kelas gaming dengan feature pendukung gaming yang melimpah, serta kelas overclocking dengan berbagai kelebihan yang memudahkan pengguna untuk menembus batas atas performa PC yang dimiliki. Komponen pendukung tes Agar hasil pengujian bersifat seobjektif mungkin, seluruh motherboard diuji dengan komponen pendukung yang sama. Dengan begitu, diharapkan faktor pembeda terbatas pada motherboard itu sendiri.

Sumber : https://net89.net/

Tuduhan Maut Kenalan Baru

SAUT Edward Rajagukguk mencoba keluar dari dilema dalam membela terpidana mati Zulfqar Ali. ”Kami me nyiapkan surat untuk Jaksa Agung agar meninjau kembali kasus ini,” kata Saut, Selasa pekan lalu. Sebelumnya, Saut dan keluarga Zulfqar terus bergulat dalam perdebatan apakah perlu memohon grasi (ampunan) kepada presiden atau tidak. Bila mengajukan permohonan grasi, Zulfqar artinya mengaku bersalah.

Padahal, menurut Saut, warga negara Pakistan itu tak merasa terlibat sindikat narkotik internasional seperti dituduhkan penegak hukum Indonesia. Sebaliknya, bila tak mengajukan permohonan grasi, Zulfqar sama dengan menghitung hari menunggu eksekusi mati. Tentu saja, baik Zulfqar maupun keluarganya tak mau menerima hukuman paling berat tersebut.

Keajaiban Bermain Origami Bag2

Merujuk pada hal itu, origami membuktikan diri sebagai aktivitas perkembangan yang tepat 24 untuk diperkenalkan kepada anak. Beberapa origami membutuhkan sedikit lipatan sederhana, sementara bentuk lainnya membutuhkan instruksi lebih detail dan lipatan yang lebih banyak pula.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Origami menawarkan banyak tantangan untuk semua kalangan usia. Saat mempraktikkan origami, kemampuan anak meningkat dengan sendirinya. Begitu ia berhasil menyelesaikan bentuk origami sederhana, anak berlatih terus menguasai keterampilan tersebut dan terdorong untuk mengembangkan keterampilan baru. Dari sudut pandang guru, origami menjadi aktivitas yang tepat untuk mendorong perkembangan anak. Ainissa Ramirez, dalam “5 Reasons Why Origami Improves Toddler’s Skills” di Edutopia, menuturkan ada beberapa materi pelajaran yang bisa diajarkan pada anak melalui origami.

Berikut contohnya. Geometri. Origami bisa memperkuat pemahaman anak tentang konsep, formula, dan label geometri. Lewat origami, anak bisa mengenal istilah panjang, lebar, dan tinggi. Dari sini, anak akan belajar istilah tersebut dan bisa mendeskripsikan bentuk tertentu. Keterampilan berpikir. Origami mendorong tidak hanya keterampilan visual spasial anak, tetapi juga bagaimana mengoordinasikan gerak mata dan tangan, berikut bagaimana mendengarkan arahan sambil melakukan instruksi tersebut.

Pembagian. Melipat kertas menjadi 2 bagian, 4 bagian, dan seterusnya, membantu anak memperagakan bagaimana proses pembagian itu terjadi. Peragaan melipat kertas menjadi dua, lalu dilipat lagi menjadi dua, dan seterusnya, bisa menjadi cara memeragakan konsep tidak terbatas. Keterampilan memecahkan masalah. Origami mengajari anak bahwa ada banyak cara menyelesaikan sebuah permasalahan, dan cara atau pendekatannya tidak selalu sama. Selain itu, membuat origami juga memberi anak berkesempatan untuk bersahabat dengan kegagalan.

Kadang lipatan tak selalu tepat, atau melewati instruksi, tetapi kita selalu bisa mencoba lagi. MULAI YANG SEDERHANA Maria Herlina Limyati, M. Si, Psikolog menuturkan, origami memang bermanfaat untuk melatih motorik halus, konsentrasi, mendengarkan instruksi, dan bisa mendekatkan anak dengan orangtuanya. “Membuat origami pun tidak perlu yang susahsusah, dimulai dari yang paling sederhana saja,” kata Maria. Aktivitas lipat melipat kertas ini mau tak mau dilakukan bersama, sehingga kita bisa berkomunikasi langsung dengan anak.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung

Dalam lima tahun belakangan, perhelatan jazz semarak digelar di sejumlah daerah di indonesia. Lokasi konser sebagian besar di alam terbuka, seperti di pelataran candi dan museum, di kampung, serta lereng gunung. Macam-macam konsep yang mereka usung dalam menyuguhkan musik jazz. Namun satu yang menyamakan geliat festival-festival itu: merayakan jazz sebagai sebuah kegembiraan.

Dari atas pentas di pelataran amfteater terbuka Jiwa Jawa Resort di kaki Gunung Ijen, suara angklung paglak mengalun lirih. Tempo alunan instrumen musik tradisional itu kemudian kian cepat dan mengentak, disusul lantunan rebana dan kendang Banyuwangi. Denting piano dan petikan bas masuk menimpali. Paduan musik tradisional yang dimainkan kelompok Pathok Laraswangi, Banyuwangi, dengan grup musik etnik bernuansa jazz dari Yogyakarta, Kua Etnika, itu membawakan tembang kuno suku Osing bertajuk Nggiring Angin.

“Berteman” Dengan Tangga

Begitu melihat ada tangga, si kecil pasti minta naik atau turun tangga. Bahaya enggak, sih? “Naik…,” pinta Athara dengan nada cadel sambil menarik- narik baju bundanya. “Oh, mau ikut Om Aryo, ya?” tanya bundanya sambil menggandeng Athara mendaki anak tangga satu demi satu. Baru juga kakinya menginjak anak tangga teratas, Athara segera balik badan dan menunjuk-nunjuk ke bawah.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

“Turun lagi? Enggak jadi lihat Om Aryo?” tanya bundanya pasrah. Naik dan turun tangga rasanya seperti tanpa tujuan apa pun. Benarbenar hanya ingin naik dan turun tangga saja. Padahal Mama atau Papa yang menuntunnya mungkin sudah mengalami sakit pinggang karena perlu membungkuk untuk menyesuaikan dengan tinggi badan si kecil. Waduh! BAGIAN EKSPLORASI LINGKUNGAN Seperti juga merangkak, merambat, dan berdiri, menurut psikolog Alfa Restu Mardhika, naik tangga adalah salah satu tahapan perkembangan batita. “Setelah anak mampu berdiri biasanya sekitar usia 13 bulan, batita mulai suka memanjat sesuatu (climbing). Pada fase ini biasanya diwujudkan pada salah satu aktivitas yaitu naik-turun tangga,” ujarnya.

Pada dasarnya, keinginan batita untuk naik dan turun tangga terkait dengan eksplorasinya terhadap lingkungan sekitar. Dengan naik dan turun tangga, daya jelajah batita akan semakin jauh, tak terbatas pada apa yang saat ini telah diketahuinya. Keinginan untuk mengeksplorasi ini juga terkait dengan kemampuan motoriknya yang semakin berkembang. Kalau dulu menjangkau meja pendek saja sudah merupakan upaya keras bagi si batita, kini ia telah semakin mampu mengelola dan mengoordinasikan alat geraknya. Para ahli juga meyakini, kegiatan naik dan turun tangga ini bermanfaat melatih kemampuan motorik kasar, terutama gerakan otot besar di bagian kaki.

Selain itu, menurut Alfa, “Kegiatan ini juga melatih kemampuan konsentrasi saat si anak berusaha tidak terjatuh saat naik atau turun tangga.” Misal, ketika si batita berusaha menggapai anak tangga berikutnya, ia akan memerlukan koordinasi antara indra penglihatan dengan koordinasi tangan dan kaki. Ini akan membuat koordinasi pancaindranya semakin matang. Perihal naik turun tangga, bagi batita yang belum mampu mengelola gerakannya dengan baik, risiko jatuh dan terluka sangat besar.

Sumber : https://ausbildung.co.id/